Anda di sini: Home // Blog // Miris! Kisah Pilu Nenek Asyani Yang Besimpuh Agar Dimaafkan Majelis Hakim

Miris! Kisah Pilu Nenek Asyani Yang Besimpuh Agar Dimaafkan Majelis Hakim

ara2

 

 

Nenek yang berusia 63 tahun yang bernama Asyani alias Bu Muaris ini dituduh mencuri tujuh batang kayu jati milik Perhutani. Akibat tuduhan pencurian kayu tersebut membuat nenek renta tersebut sudah tiga bulan ini menjadi tahanan titipan di Rutan Situbondo. Tinggal di ruang pengap dan dingin ditemani dengan penjagaan tersebut sepertinya akan dialami oleh nenek Asyani lebih lama lagi. Hal tersebut terkait dengan sampai saat ini kasus nenek dengan kasus pencurian tujuh buah kayu ini belum kunjung mendapatkan putusan yang jelas.sidang yang kini sedang memasuki tahap materi eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum.

Hari ini saat sidang kasus sang nenek ini digelar, nenek Asyani lewat pengacaranya akan meminta permohonan penangguhan penahanan kepada majelis hakim. Menurut Supriyono, kuasa hukum nenek Asyani mengatakan pertimbangannya meminta permohonan penangguhan penahanan adalah umur sang nenek yang sudah memasuki usia lanjut atau sepuh. Supriyono pun mengatakan bahwa hendaknya majelis hakim mengabulkan permohonannya tersebut karena melihat alasan kemanusiaan.

Dalam kasus ini Supriyono juga sangat optimis bahwa kliennya akan divonis bebas oleh majelis hakim. Hal tersebut jika dilihat dari bukti-bukti yang dimiliki dan fakta-fakta dilapangan yang dimilikinya. Supriyono juga mengatakan kasus kliennya tersebut telah banyak mengandung unsur rekayasa. Kasus penebangan kayu sebenarnya sudah terjadi sejak enam tahun lalu, namun karena baru mempunyai uang untuk menggarap, kayu jati yang sudah disimpan enam tahun itu dibawa ke rumah tukang kayu untuk dibuat tempat duduk yang bernama lencak.

Pada saat sang nenek mengangkut kayu-kayu itulah maka dianggaplah nenek tersebutlah yang mencuri kayu-kayu tersebut saat dilihat oleh petugas Perhutani. Atas laporan Perhutani itulah, Nenek rentah tersebut ditahan sejak tanggal 15 Desember 2014. Petugas juga tidak hanya meringkus Asyani, namun juga meringkus semua orang yang pada saat itu bersamanya.

Pada sidang kasus ini sebelumnya yaitu pada tanggal 9 Maret lalu, nenek Asyani menangis histeris sambil bersimpuh di hadapan majelis hakim. Melihat apa yang dilakukan oleh nenek Asyani tersebut, sang pengacara, Supriyono pun terharu. Dalam simpuhnya sang nenek itu berkata “Pak Hakim, saya minta ampun. Saya  tidak mencuri. Ibu (JPU) saya juga minta ampun,” kata sang nenek sambil menangis.

Melihat kejadian tersebut, majelis hakim pun menskors disang yang sedang terjadi. Kemudian sang pengacara nenek Asyani langsung membangunkan kliennya tersebut. Tak lama dari itu sidang kembali dilanjutkan dan Supriyono pun mengungkapkan sejumlah dugaan rekayasa dalam penyelidikan polisi dan meminta majelis hakim untuk menerima semua keberatan kliennnya.

Terkait:

soal putusan hukuman empat tahun penjara yang dijputuskan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana. menodai demokrasi dan MK serta melukai rakyat setempat ujar Busyro Majelis hakim Pengadilan Tindak. kurungan dan penalti Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan Majelis hakim menyebutkan kalau Atut.

dianter jg boleh thx Harga Rp 3.200.000,00 Telepon 089601853953 Lokasi jl arief rahman hakim

Tjahjo Kumolo mengatakan belu berjumpa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk membicarakan.

Jl.Arif Rahman Hakim 51 Surabaya kami siap membantu dan melayani anda dengan senang hati Terima kasih Harga Rp 1.950.000,00 Telepon 03159319262 Lokasi ruko 21 klampis Jl.Arif Rahman Hakim 51

keripik singkong balado kristin hakim Harga Rp 23.500 isi 250 gr Pemesanan SMS 081 575757 222 atau

wajib sungguh-sungguh buat rakyat yang sangat utama ialah membuat majelis buat keperluanan warga.

memenuhi kewajiban saya sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Wakil Ketua Majelis.

2.100.000,00 Telepon 03159319262 Lokasi ruko 21 klampis Jl.Arif Rahman Hakim 51 surabaya Propinsi

Meeting Room Organisasi Club Fitnes Hotel Majelis Taklim Restaurant Tempat Ibadah Teater Sekolah.

Arief Rahman Hakim 51 Surabaya 60117 Propinsi Jawa Timur.



Peringatan! Pemasangan iklan baris di situs ini gratis (tidak dipungut biaya). Dan semua akibat yang ditimbulkan oleh iklan yang terdapat pada situs PeLapaK.com ini diluar tanggungjawab pengelola situs. Waspadalah pada setiap kemungkinan.

Tinggalkan komentar untuk

Miris! Kisah Pilu Nenek Asyani Yang Besimpuh Agar Dimaafkan Majelis Hakim

«
»
Copyright © 2011 PeLapaK Iklan Baris Gratis. All rights reserved.
Tulisan tentang Miris! Kisah Pilu Nenek Asyani Yang Besimpuh Agar Dimaafkan Majelis Hakim.